DIET GAGAL? COBA CARA TERBARU! TURUN BERAT BADAN DG AMAN SEHAT ALAMI TANPA EFEK SAMPING. BERGARANSI !!

Home » Menjaga Stamina » Mitos Diet / Diet Mith

Mitos Diet / Diet Mith

Bismillah…

Dear Herbalover, Have you had your shake today?

Lama tidak mengupdate blog, rasanya kangen hehehe… Sejak balik ada Bangkok Herbalife Extravaganza, praktis harus menyelesaikan kerjaan yg bertumpuk dulu…

Nah skrg pas lowong, saya tertarik membahas tentang mitos-mitos diet yg banyak beredar dari mulut ke mulut… Ternyata fakta nya kebalikan loh, tapi dengan catatan.

Dibawah ini, saya merangkum dari berbagai sumber tentang mitos-mitos diet tersebut. Semoga bisa memberikan pencerahan ya bagi yg sedang program turun berat badan J

Mitos #1 Tidak Sarapan Pagi Bagus untuk Diet

Fakta : Justru pada pagi hari, disaat anda hendak melakukan aktifitas yang berat, anda malah harus melakukan sarapan pagi dengan baik. Sarapan akan memberikan tenaga dan energi yg dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktifitas fisik dengan baik pula.

Tanpa sarapan, gula darah bisa turun. Akibat dari rendahnya gula darah ini adalah konsentrasi terganggu, lemas, dan mudah marah. Tanpa sarapan, bisa jadi seseorang kelaparan sehingga malah makan banyak di saat makan siang.

Namun sarapan pagi bagi anda yang sedang melakukan program diet adalah dengan mengikuti porsi tertentu. Sarapan anda harus tinggi nutrisi dan cukup jumlah kalori-nya.  Kalori berlebihan dapat membuat anda mengantuk, lemas dan lapar lebih cepat.

Mitos #2 Makan Sehari Sekali

Fakta : Alih-alih membuat badan lebih kurus, makan sehari sekali malah bisa membuat seseorang makan makanan tinggi kalori.

Makan hanya satu kali dalam sehari sebaiknya dihindari karena akan membuat seseorang menjadi terlalu kelaparan dan akan mengkonsumsi berbagai makanan dengan kalori tinggi.

Mitos #3 Makan di malam hari membuat Anda gemuk.

Fakta : Christine Rosenbloom, PhD, RD, CSSD., ahli nutrisi dari Georgia State University, mengatakan, kapanpun waktu makan Anda, ketika Anda berlebihan mengonsumsi kalori dan tidak rajin berolahraga, berat badan Anda pasti akan naik dengan cepat.

Tidak ada hubungan intrinsik antara kalori dan jam tubuh, dimana setelah waktu tertentu tubuh menyimpan lemak. Yang terpenting adalah jumlah total makanan dan minuman Anda selama seminggu, atau sebulan atau waktu lebih lama, dan berapa banyak energi yang Anda bakar selama jangka waktu itu. Oleh karena itu, jika Anda makan kalori lebih banyak daripada membakar kalori tubuh, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dari waktu ke waktu terlepas dari apakah mereka diambil makan di siang hari atau malam hari

Justru yang lebih utama diketahui adalah sesuaikan asupan kalori dengan aktifitas fisik tubuh. Apa menu anda bisa disesuaikan dengan berat ringannya aktifitas anda. Sebagai gantinya, anda dapat mengkonsumsi makanan tinggi nutrisi tapi rendah kalori.

Mitos #4 Melewatkan jam makan membantu dalam penurunan berat badan 

Fakta: Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang melewatkan sarapan atau makanan lainnya cenderung menambah berat badan lebih dari orang lain yang makan sarapan sehat dan makan 3 kali sehari.

Hal ini terjadi karena ketika Anda tidak makan dalam waktu yang panjang, tingkat metabolisme Anda menurun dan Anda menjadi sangat kelaparan. Ketika Anda makan lagi Anda makan terlalu banyak. Hal inilah yang akhirnya membuat berat badan meningkat.

Selain upaya penurunan berat badan tidak efektif, metabolisme tubuh yang normal tidak akan bisa menerima pola makan yang tidak teratur semacam itu.

Mitos #5 Jangan Ngemil

Fakta : Ngemil sah saja dilakukan, selama Anda cermat dalam memilih jenis camilan. Namun kerap kali orang tidak menyadari, bahwa makanan kecil yang bentuknya kering dan ringan justru memiliki kalori yang banyak, tinggi garam dan MSG. Dengan begitu berat badan bisa saja naik.

Program diet yang baik adalah mengatur jumlah kalori atau asupan dan mengatur waktu makan, sehingga tidak sembarangan makan termasuk ngemil. Saat anda merasa lapar, harus diketahui terlebih dahulu apakah rasa lapar ini benar-benar karena kekurangan asupan makanan atau kekurangan air putih/minum.

Bila rasa lapar hanya karena pada jam-jam tertentu Anda terbiasa ngemil, sebenarnya bisa diabaikan dan tidak akan beresiko sakit. Kalaupun tetap merasa lapar, sebaiknya minum segelas air putih hangat. Coba rasakan, rasa lapar itu pun akan hilang.

Pilihan makanan sehat untuk ngemil adalah serat tinggi dan harus rendah kalori utamanya bagi yang program turun berat badan dengan memperhatikan jumlah asupan harian.

Mitos #6 Tidak makan sebelum berolahraga bisa membantu diet.

Fakta : Olahraga sangat baik dalam membantu proses diet. Tapi sebaiknya, usahakan tubuh Anda cukup kuat saat melakukan kegiatan olahraga atau tidak berolahraga dalam keadaan lapar. Kondisi perut yang “kosong” justru akan membahayakan kesehatan Anda.

Lagipula penelitian menunjukkan, setelah 20 menit berolahraga, ternyata orang makan tidak lebih dari mereka yang tidak berolahraga. Satu-satunya yang membuat mereka “merasa” makan lebih banyak adalah sugesti atau pikiran yang mengatakan makanan itu terasa lebih enak. Jadi, usahakan berolahraga saat kondisi tubuh Anda fit, ya.

Mitos #7 Makanan bebas lemak berarti makanan bebas kalori 

Fakta: Umumnya tidak, kebanyakan makanan tanpa lemak masih mengandung kalori dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih banyak dari makanan biasa. Orang tidak menyadari bahwa makanan yang melabeli diri sebagai bebas lemak (Fat free) seperti cookies, kue dan biskuit mungkin masih mengandung banyak kalori, tentu saja bukan dari lemak tetapi dari protein dan karbohidrat.

Namun, dalam beberapa makanan rendah lemak atau tanpa lemak seperti kue, biskuit lebih banyak mengandung gula dan zat tepung yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa. Bahan-bahan ini berkalori tinggi dan menyebabkan kenaikan berat badan

Mitos #8 Lemak adalah jahat

Fakta: Sebenarnya, lemak merupakan nutrisi penting bagi tubuh. Lemak membantu penyerapan nutrisi, mentransmisi saraf, memproduksi energi. Namun, beberapa lemak juga dikenal sebagai lemak yang buruk bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih, menyebabkan peningkatan berat badan dan penyakit jantung. Di sisi lain lemak baik meningkatkan kesehatan secara positif. Kuncinya adalah dengan mengganti lemak jahat dengan lemak baik dalam diet untuk tetap sehat.

Lemak baik: Lemak tunggal tak jenuh seperti kacang tanah, walnut, almond, kacang pistachios, alpukat, canola dan minyak zaitun menurunkan total kadar kolesterol dan LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik). Demikian pula lemak ganda tak jenuh seperti jagung, kedelai, minyak bunga matahari juga dapat menurunkan total kadar kolesterol dan kolesterol LDL.

Lemak Jahat: Lemak jenuh seperti daging, susu, telur, makanan laut, minyak kelapa dan minyak sawit yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan total kolesterol darah dan kolesterol LDL.

Mitos #9 Salad adalah makanan tidak menggemukan

Fakta: Tergantung pada bahan apa yang kita masukkan ke dalam salad itu dan bahan apa yang kita gunakan sebagai topping dan saus. Jika salad banyak berisi bahan yang tinggi lemak, maka salad itu mungkin dapat menambahkan lebih banyak kalori dan lemak daripada steak dan kentang goreng!

Mayones, potongan daging renyah dan saus berminyak biasanya kaya akan lemak. Mereka secara signifikan meningkatkan kalori, lemak dan garam yang terkandung dalam salad, tetapi menambahkan beberapa vitamin dan mineral, sehingga membuat makanan ini pilihan yang buruk bagi para pelaku diet

Mitos #10 Diet vegetarian sangat membantu menurunkan berat badan.

Fakta : Seperti halnya diet biasa, diet vegetarian bisa jadi mengonsumsi lebih sedikit kalori, sedikit lemak, dan lebih banyak serat. Namun jika tidak direncanakan dengan benar, hasilnya bisa jadi sama-sama tinggi lemak dan kalori dengan orang yang diet biasa.

Jadi, terlepas dari apakah Anda pemakan daging atau vegetarian, sangatlah penting untuk tetap berpedoman pada kalori harian dan pola makan yang sehat. Yakni, makan berdasarkan tinggi serat, tinggi nutrisi dan rendah kalori bagi anda yang sedang program turun berat badan.

Mitos #11 Minum Air Putih Dingin Bikin Tubuh Melar

Fakta : Air putih tidak mengandung kalori jadi tidak akan menyebabkan tubuh gemuk.

Setiap makanan dan minuman memiliki jumlah kalori tertentu. Contohnya 1 gelas Starbucks memiliki kira-kira 600 kalori. Namun 1 gelas air putih kalorinya 0 mau panas atau dingin,  jadi minum sebanyak apapun gak bikin gemuk. Kecuali minumnya pakai sirup atau sambil makan kue J

Banyak orang beranggapan bahwa kandungan lemak dan minyak dari makanan akan menggumpal menjadi lemak beku, jika kita minum air es selesai makan. Kenyataannya, tubuh kita menghasilkan panas, sehingga suhu di dalam organ pencernaan lebih tinggi daripada suhu di rongga mulut. Lemak beku yang menempel ini akan larut dengan sendirinya saat masuk ke organ pencernaan. Artinya, dengan atau tanpa es, lemak akan tetap masuk ke tubuh. Sehingga, bukan esnya yang jadi masalah, tapi jenis makanan, porsi, dan kalorinya.

Bahkan dengan minum air es, tubuh akan menyesuaikan suhu air ini dengan suhu tubuh dan membakar kalori lebih.

Mitos #12 Minum Air Perasan Jeruk Nipis Langsung Langsing

Banyak orang yang tidak kuat dengan jeruk nipis yang asam, sehingga menambahkan banyak gula dalam air perasan buah tersebut. Akibat konsumsi gula ini, tentu tubuh bukannya langsing tapi malah terjadi sebaliknya.

Mitos #13 Hanya Makanan Kaya Kalori

Fakta :Apakah Anda ikut memperhitungkan asupan kalori dari minuman Anda sepanjang hari ini? Minuman bersoda yang Anda teguk siang ini memiliki jumlah kalori yang sama dengan sebuah apel dan seiris roti, yaitu sekitar 150 kalori (lihat nomor 4 di bawah). Smoothie buah yang Anda minum bisa mengandung 500-1.000 kalori setiap porsinya.

Sementara itu, kandungan susu full cream dalam latte porsi sedang yang Anda minum siang ini mengandung hingga 260 kalori. Bahkan Margarita dari pesta coktail semalam bisa menambahkan lebih dari 500 kalori ke dalam tubuh Anda! Apabila masukan kalori dari minuman ini sebesar 1.200-1.500 kalori/hari, lebih baik alihkan untuk makanan saja. Sementara itu, pilih air putih sebagai pengganti yang sehat.

Mitos #14 Makanan yang Melangsingkan 

Banyak yang beranggapan bahwa mengonsumsi jenis makanan yang butuh waktu cerna lebih panjang, seperti jeruk dan seledri, bisa melangsingkan tubuh. Anggapan ini lumayan lama beredar di kalangan penganut fad diet (pola diet jangka pendek), dengan istilah negative-calorie food.

Persoalannya, makanan seperti ini tidak ada! Besar kalori dalam makanan yang disebut sebagai negative-calorie food itu bahkan lebih besar dari kalori yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan proses pencernaan

Mitos #15 Soda Diet

 

Fakta : Embel-embel keterangan ’free calorie’ atau ’diet’ dalam berbagai pilihan minuman kemasan bisa membuat Anda gemuk! Penelitian selama 8 tahun terhadap 800 responden membuktikan bahwa mereka yang minum sebotol soda diet setiap hari, justru cenderung mengalami peningkatan bobot tubuh, dibanding mereka yang hanya mengonsumsi minuman ringan biasa, atau air. Para ilmuwan berpikir bahwa pemanis buatan dapat mengacaukan kimia dalam otak, yang meningkatkan keinginan terhadap makanan/minuman yang manis-manis. Makin banyak Anda minum,  makin tinggi keinginan Anda untuk makan/minum yang manis-manis.

7. Banyak Keringat ? Kalori Terbakar

Pernah dengar istilah ’gemuk air’? Hal ini menggambarkan orang yang berusaha mengeluarkan keringat sebanyak mungkin agar bobot tubuhnya tidak bertambah. Alhasil, banyak yang memaksa diri berolahraga secara keras, untuk memacu keluarnya keringat. Padahal, lemak baru terbakar setelah 20 menit latihan. Tetapi, bersamaan dengan itu, intensitas olahraga yang tinggi sejak awal telah menguras tenaga Anda. Akhirnya, Anda berhenti di saat tubuh mulai membakar lemak. Sayang, ’kan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Like Aksi Diet Sehat

DISCLAIMER
- Testimoni yang ditampilkan adalah hasil nyata dari pelanggan dan Distributor Independen Herbalife. Hasil secara individu sangat bervariasi dan tidak berlaku secara umum
- Produk Herbalife tidak ditujukan untuk penyembuhan, diagnosa, dan pencegahan penyakit apapun.
- Dilarang menyalin (copy) isi website ini tanpa ijin dari kami.

Konsultasi Gratis, silahkan menghubungi:

Konsultan Independent Herbalife
HP/Whatsapp: 0811 4607 530
BB : 218B9155
FB/Email : bluepicko@yahoo.com

Blog Stats

  • 107,679 hits
%d bloggers like this: